Izin Usaha melakukan bisnis impor

Izin Usaha (IU) merupakan kebutuhan terpenting yang kudu dimiliki oleh tiap-tiap perusahaan untuk melaksanakan kesibukan bisnis komersil di bidang perdagangan barang/jasa.

blueraycargo.id

Dengan terdapatnya IU, perusahaan sanggup mempekerjakan tenaga pakar asing, menaikkan pemegang saham baru, ataupun menjajakan perusahaan. Selain itu, kamu juga sanggup gunakan IU untuk mengurus KITAS.

Terdapat lebih dari satu type IU. Untuk itu, kamu kudu pilih IU mana yang kamu butuhkan. Perusahaan konstruksi kudu mempunyai IU kontruksi dan perusahaan manufaktur kudu mempunyai IU industri.

Indonesia mempunyai peraturan perdagangan yang merasa diterapkan pada tahun 2015. Tertulis bahwa, perusahaan asing (lama/baru) kudu melalui audit keuangan sehingga sanggup mengajukan keinginan IU permanen ataupun izin  bisnis impor/ekspor lainnya. Alasannya, sehingga para investor jelas investasi yang mereka daftarkan ke BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal), bukan hanya mengajukan permohonan. layaknya yang sering terjadi sebelumnya.

Izin Usaha (IU), di awalnya disebut Izin Usaha Tetap (IUT) dikeluarkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (Daerah) atau BKPM(D) kepada perusahaan investasi asing (PMA).

Setelah kamu meraih Izin Usaha (IU), seterusnya kamu kudu meraih lisensi untuk melaksanakan kesibukan impor. IU cuma mengizinkan perusahaan kamu untuk beroperasi di Indonesia, tidak untuk kesibukan impor produk bisnis anda.

Terdapat lebih dari satu izin impor di Indonesia. Menurut peraturan mentri perdagangan, tiap-tiap perusahaan cuma sanggup mempunyai satu type izin impor. Untuk sanggup mengimpor produk, perusahaan kudu mempunyai API (Angka Pengenal Importir), yang lantas diikuti bersama dengan kepemilikan NIK (Nomor Identitas Kepabeanan). Berikut jenis-jenis API:

Lisensi Impor Terbatas / API Terbatas (API-T)

Diberikan kepada perusahaan PMA untuk mengimpor barang keperluan mengolah yang meraih fasilitas dari BKPM. Barang impor di bawah API-T dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) yang berkurang 2,5% dibandingkan bersama dengan tarif normal sebesar 7,5%.

Lisensi Umum Impor / API Umum (API-U)

Digunakan untuk memperdagangkan barang menjadi kepada pihak ketiga untuk diperdagangkan kembali di Indonesia. Permohonan API-U memakan selagi selama 1 bulan.

Lisensi Impor Produsen / API Produsen (API-P)

Digunakan untuk mengimpor bahan baku atau bahan mentah untuk keperluan produksi. Perusahaan industri sanggup mengimpor lebih dari satu produk menjadi yang terjalin bersama dengan proses produksi. Permohonan API-P memakan selagi selama 1 bulan